Baru-baru ini, kebakaran yang terjadi di SMPN 2 Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, dikutip dari Kompas.com (01/07/2026) menyebabkan berbagai dokumen penting ikut terbakar, termasuk stok kertas ijazah yang disiapkan untuk proses pencetakan. Peristiwa tersebut menunjukkan bahwa selain data digital, dokumen fisik seperti ijazah masih memiliki peran yang sangat penting dalam dunia pendidikan.
Di balik sebuah ijazah, ternyata ada jenis kertas khusus yang tidak sama dengan kertas HVS biasa. Kertas yang digunakan untuk mencetak ijazah memiliki standar tertentu agar lebih awet, sulit dipalsukan, dan mampu bertahan dalam penyimpanan jangka panjang.
Mengapa Kertas Ijazah Berbeda dengan Kertas Biasa?
Ijazah merupakan dokumen resmi yang memiliki nilai hukum. Karena itu, bahan yang digunakan harus mampu menjaga kualitas cetakan selama bertahun-tahun. Kertas ijazah umumnya memiliki tekstur yang lebih halus, warna yang lebih stabil, serta ketahanan yang lebih baik terhadap perubahan suhu dan kelembapan dibandingkan kertas kantor biasa. Selain itu, beberapa ijazah juga dilengkapi fitur keamanan untuk mengurangi risiko pemalsuan.
Jenis Kertas yang Umumnya Digunakan
Tidak semua negara atau lembaga pendidikan menggunakan bahan yang sama. Namun secara umum, beberapa jenis kertas berikut sering digunakan untuk mencetak dokumen resmi.
Security Paper
Security paper merupakan jenis kertas yang dirancang khusus untuk dokumen penting. Kertas ini biasanya memiliki fitur keamanan seperti watermark, serat berwarna (security fibers), microtext, atau elemen lain yang sulit ditiru. Karena memiliki tingkat keamanan tinggi, security paper banyak digunakan untuk ijazah, sertifikat, akta, hingga dokumen pemerintahan.
HVS Berkualitas Tinggi
Beberapa lembaga menggunakan kertas HVS dengan spesifikasi khusus yang memiliki gramasi lebih tinggi dibanding HVS biasa. Jenis kertas ini memiliki permukaan yang lebih halus sehingga hasil cetakan terlihat tajam dan mudah dibaca.
Cotton Paper
Sebagian dokumen resmi di berbagai negara dicetak menggunakan cotton paper atau kertas berbahan serat kapas. Dibandingkan pulp kayu biasa, cotton paper memiliki daya tahan yang lebih lama, tidak mudah menguning, serta memberikan kesan premium.
Berapa Gramasi Kertas Ijazah?
Gramasi kertas ijazah umumnya berada pada kisaran 80 gsm hingga 120 gsm, tergantung standar yang ditetapkan oleh masing-masing instansi atau lembaga pendidikan. Namun pada beberapa dokumen resmi tertentu, gramasi dapat lebih tinggi apabila diperlukan ketahanan yang lebih baik.
Mengapa Tidak Menggunakan Kertas Art Carton?
Banyak orang mengira kertas yang lebih tebal selalu lebih baik. Padahal, dokumen resmi seperti ijazah justru tidak dicetak menggunakan art carton atau karton tebal. Hal ini karena ijazah harus mudah disimpan, dilipat dalam map khusus, serta tetap nyaman digunakan untuk proses fotokopi maupun pemindaian (scanning). Selain itu, permukaan kertas dokumen juga harus mampu menyerap tinta dengan baik agar tulisan tidak mudah luntur.
Fitur Keamanan pada Kertas Ijazah
Selain kualitas bahan, banyak ijazah modern juga menggunakan berbagai fitur keamanan, antara lain:
- watermark
- nomor seri unik
- hologram
- microtext
- tinta khusus
- serat pengaman pada kertas
Kombinasi berbagai fitur tersebut membuat dokumen lebih sulit dipalsukan.
Pentingnya Penyimpanan Dokumen
Peristiwa kebakaran di SMPN 2 Karangpandan menjadi pengingat bahwa dokumen fisik tetap memerlukan perlindungan yang baik. Selain menyimpan dokumen dalam bentuk digital, penyimpanan dokumen asli di tempat yang aman juga sangat penting untuk mengurangi risiko kehilangan akibat kebakaran, banjir, maupun bencana lainnya.


