Bunyamin Suryohardjo, Sosok di Balik Master Cetak ORI Pertama Indonesia

Nama Bunyamin Suryohardjo mungkin tidak sepopuler para tokoh kemerdekaan Indonesia. Namun, jasanya memiliki peran penting dalam sejarah lahirnya Oeang Republik Indonesia (ORI), uang kertas pertama yang diterbitkan setelah Indonesia merdeka.

Dalam berbagai arsip sejarah, Bunyamin Suryohardjo tercatat sebagai orang yang mengerjakan master cetak ORI berupa negatif kaca, yang menjadi dasar dalam proses pencetakan uang kertas pertama Indonesia.

Bertugas di Percetakan Balai Pustaka

Pada 7 November 1945, Menteri Keuangan A.A. Maramis membentuk Panitia Penyelenggara Pencetakan Uang Kertas Republik Indonesia. Salah satu tugas panitia tersebut adalah menyiapkan desain serta bahan induk untuk mencetak ORI.

Pekerjaan membuat bahan induk atau master dipercayakan kepada Percetakan Balai Pustaka Jakarta. Di tempat inilah Bunyamin Suryohardjo mengerjakan proses pembuatan negatif kaca, sedangkan desain artistik ORI dibuat oleh Abdulsalam dan Soerono.

Apa Itu Master Negatif Kaca?

Sebelum teknologi digital digunakan, proses percetakan uang diawali dengan pembuatan master yang menjadi acuan untuk seluruh proses pencetakan.

Pada masa itu, salah satu teknik yang digunakan adalah negatif kaca (glass negative). Media kaca dipakai untuk menghasilkan gambar dengan tingkat ketelitian yang sangat tinggi sehingga setiap garis, tulisan, dan ornamen pada uang dapat dicetak secara presisi.

Master inilah yang kemudian digunakan dalam proses pembuatan pelat cetak (printing plate) sebelum uang dicetak menggunakan mesin offset.

Pekerjaan yang Membutuhkan Ketelitian Tinggi

Pembuatan master uang bukan sekadar memotret desain ke atas kaca.

Setiap detail harus dipastikan sesuai dengan rancangan asli karena kesalahan sekecil apa pun dapat muncul pada ribuan lembar uang yang dicetak.

Oleh sebab itu, pekerjaan membuat master merupakan salah satu tahapan paling penting dalam keseluruhan proses produksi ORI.

Berkolaborasi dengan Tim Percetakan ORI

Pembuatan ORI melibatkan banyak orang dengan tugas yang berbeda.

Beberapa tokoh yang tercatat dalam proses tersebut antara lain:

  • Abdulsalam dan Soerono sebagai pelukis desain ORI.
  • Bunyamin Suryohardjo sebagai pembuat master berupa negatif kaca.
  • R.A.S. Winarno dan Joenet Ramli yang menangani produksi pencetakan.
  • Percetakan Republik Indonesia di Salemba sebagai tempat pencetakan offset ORI.

Informasi Mengenai Bunyamin Suryohardjo Masih Sangat Terbatas

Berbeda dengan beberapa tokoh nasional lainnya, dokumentasi mengenai Bunyamin Suryohardjo masih sangat sedikit.

Hingga kini belum banyak ditemukan informasi mengenai riwayat hidup, foto, maupun perjalanan kariernya. Sebagian besar arsip sejarah hanya menyebutkan namanya dalam kaitannya dengan proses pembuatan master cetak ORI di Balai Pustaka.

Meski demikian, perannya tetap menjadi bagian penting dalam sejarah percetakan uang Indonesia. Tanpa adanya master yang dibuat dengan presisi, proses pencetakan ORI sebagai uang kertas pertama Republik Indonesia tidak dapat dilakukan dengan baik.