Di balik lahirnya Oeang Republik Indonesia (ORI) sebagai uang kertas pertama Indonesia, terdapat dua seniman yang berperan penting dalam merancang tampilannya, yaitu Abdulsalam dan Soerono. Keduanya dikenal sebagai pelukis pertama yang dipercaya membuat desain ORI setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya.
Pada saat itu, Indonesia belum memiliki lembaga khusus yang menangani desain uang negara. Pemerintah lebih memprioritaskan agar uang nasional dapat segera diterbitkan sebagai simbol kedaulatan sekaligus alat pembayaran yang sah. Karena itulah, para seniman dan tenaga percetakan dilibatkan dalam proses perancangannya.
Ditunjuk Setelah Panitia Pencetakan ORI Dibentuk
Pada 7 November 1945, Menteri Keuangan A.A. Maramis membentuk Panitia Penyelenggara Pencetakan Uang Kertas Republik Indonesia. Salah satu tugas panitia adalah menyiapkan desain uang, bahan induk, serta proses pencetakannya.
Pembuatan master berupa negatif kaca dipercayakan kepada Balai Pustaka di Jakarta. Pekerjaan teknis tersebut dikerjakan oleh Bunyamin Suryohardjo, sedangkan desain artistik uang dipercayakan kepada Abdulsalam dan Soerono sebagai pelukis ORI pertama.
Mendesain Uang di Tengah Masa Perjuangan
Proses perancangan ORI berlangsung ketika Indonesia masih berada dalam suasana Revolusi Kemerdekaan. Kondisi keamanan belum stabil, sementara kebutuhan akan uang nasional semakin mendesak.
Tim desain dan percetakan bekerja hampir setiap hari untuk menyelesaikan rancangan uang yang nantinya akan diedarkan kepada masyarakat. Setelah desain selesai, proses pencetakan offset dilakukan di Percetakan Republik Indonesia di Salemba, Jakarta.
Menggunakan Simbol Identitas Indonesia
Abdulsalam dan Soerono tidak sekadar membuat uang sebagai alat pembayaran, tetapi juga menghadirkan identitas bangsa yang baru merdeka.
Pada beberapa pecahan ORI emisi pertama digunakan unsur-unsur khas Indonesia, seperti:
- gambar keris sebagai lambang perjuangan
- ornamen batik
- tulisan "Republik Indonesia"
- kalimat "Tanda Pembajaran Jang Sah" sesuai ejaan pada masa itu
Desain tersebut menjadi salah satu ciri khas ORI yang membedakannya dari uang pendudukan Jepang maupun uang Hindia Belanda.
Nama yang Jarang Dikenal Masyarakat
Meskipun hasil karya mereka menjadi bagian penting dalam sejarah Indonesia, nama Abdulsalam dan Soerono tidak banyak dikenal masyarakat.
Keduanya lebih sering disebut dalam dokumen sejarah mengenai proses pencetakan ORI dibandingkan dalam buku-buku sejarah umum. Namun, peran mereka sebagai pelukis uang kertas pertama Indonesia diakui dalam berbagai arsip resmi pemerintah dan sejarah ORI.
Warisan Sejarah Percetakan Indonesia
Desain ORI karya Abdulsalam dan Soerono menjadi awal perjalanan desain uang kertas Indonesia. Setelah Bank Indonesia berdiri dan teknologi percetakan berkembang, desain uang terus mengalami perubahan, tetapi ORI tetap dikenang sebagai uang kertas pertama yang menjadi simbol kedaulatan Republik Indonesia.
"Hingga kini, dokumentasi mengenai Abdulsalam dan Soerono masih sangat terbatas. Nama keduanya tercatat sebagai perancang ORI pertama Indonesia, tetapi foto asli maupun biografi lengkap mereka hampir tidak ditemukan dalam arsip yang tersedia untuk publik. Hal ini menunjukkan bahwa pada masa awal kemerdekaan, perhatian lebih banyak diberikan pada keberhasilan penerbitan uang nasional dibandingkan pendokumentasian para perancangnya."


