Kertas Manila: Kenapa Namanya Manila?


Kertas Manila, Asal Usul Nama yang Masih Digunakan Hingga Sekarang

Kertas manila merupakan salah satu jenis kertas yang sudah lama digunakan di Indonesia. Warnanya yang khas, permukaannya yang cukup kuat, serta harganya yang relatif terjangkau membuat kertas ini banyak dimanfaatkan untuk map, sampul dokumen, kerajinan tangan, hingga berbagai keperluan sekolah.

Meskipun cukup populer, tidak banyak yang mengetahui mengapa kertas ini dinamakan kertas manila.

Berasal dari Nama Kota Manila

Nama manila berasal dari Kota Manila, ibu kota Filipina.

Pada abad ke-19, Manila menjadi salah satu pusat perdagangan dunia untuk serat alami yang dikenal sebagai abaca atau sering disebut Manila hemp. Serat tersebut berasal dari tanaman Musa textilis, sejenis tanaman yang masih satu keluarga dengan pisang.

Karena kualitas seratnya sangat kuat, abaca banyak digunakan sebagai bahan baku tali kapal, karung, hingga berbagai produk berbahan kertas.

Awalnya Tidak Menggunakan Bubur Kayu

Berbeda dengan sebagian besar kertas modern yang dibuat dari bubur kayu (wood pulp), kertas manila generasi awal banyak menggunakan serat abaca.

Serat ini memiliki kekuatan tarik yang tinggi, tidak mudah putus, dan lebih tahan terhadap kelembapan dibandingkan beberapa jenis serat alami lainnya.

Karena kualitas tersebut, kertas yang dibuat dari serat abaca dikenal sebagai Manila paper.

Mengapa Masih Disebut Kertas Manila?

Seiring berkembangnya industri kertas, bahan baku kertas manila mulai mengalami perubahan.

Banyak produsen kini menggunakan campuran bubur kayu dengan sedikit tambahan serat lain agar biaya produksi lebih efisien. Namun, nama kertas manila tetap dipertahankan karena sudah dikenal luas di dunia percetakan dan alat tulis.

Dengan kata lain, istilah manila saat ini lebih mengacu pada jenis dan karakter kertas daripada asal bahan bakunya.

Digunakan untuk Berbagai Keperluan

Di Indonesia, kertas manila banyak dimanfaatkan sebagai:

  • sampul makalah
  • map dokumen
  • prakarya sekolah
  • poster sederhana
  • kerajinan tangan
  • media menggambar
  • label dan kartu

Warnanya yang beragam membuat kertas ini sering dipilih untuk kegiatan pendidikan maupun dekorasi.

Tidak Semua Kertas Manila Berwarna Cokelat

Banyak orang mengira kertas manila selalu berwarna cokelat muda atau krem.

Padahal saat ini kertas manila diproduksi dalam berbagai pilihan warna, seperti putih, merah, kuning, hijau, biru, hingga merah muda. Perbedaan warna tersebut diperoleh melalui proses pewarnaan selama produksi tanpa mengubah karakter dasar kertasnya.

Masih Populer Hingga Sekarang

Walaupun kebutuhan dokumen digital terus meningkat, kertas manila tetap banyak digunakan di sekolah, kantor, maupun industri kreatif.

Kemudahan dalam dipotong, dilipat, dan dibentuk menjadikan kertas ini tetap menjadi salah satu jenis kertas yang paling mudah ditemukan di toko alat tulis.


Fakta Menarik

  • Nama Manila berasal dari ibu kota Filipina.
  • Awalnya dibuat menggunakan serat abaca (Manila hemp).
  • Serat abaca berasal dari tanaman Musa textilis, bukan dari pohon.
  • Dulu banyak digunakan untuk membuat tali kapal karena sangat kuat.
  • Kini sebagian besar kertas manila dibuat menggunakan campuran bubur kayu modern, tetapi namanya tetap dipertahankan.