Permen Zaman Dulu Bungkusnya Bisa Dimakan

Apakah kamu masih ingat masa kecil ketika membuka permen, lalu tanpa sengaja atau bahkan sengaja ikut memakan bungkus tipis berwarna putih yang menempel pada permennya?

Kalau iya, kemungkinan besar kamu pernah menikmati permen White Rabbit. Permen susu asal China ini terkenal bukan hanya karena rasanya yang manis, tetapi juga karena lapisan putih tipis di dalam bungkusnya yang ternyata memang boleh dimakan.

Banyak orang mengira lapisan tersebut adalah kertas biasa. Padahal sebenarnya bukan.

Bukan Kertas HVS atau Kertas Pembungkus Biasa

Lapisan putih yang menempel pada permen White Rabbit memang terlihat seperti kertas, tetapi sebenarnya merupakan edible paper atau kertas yang dapat dimakan.

Edible paper dibuat dari bahan pangan, sehingga aman dikonsumsi bersama permen. Fungsi utamanya adalah menjaga agar permen tidak lengket satu sama lain sekaligus memudahkan proses pembungkusan.

Karena bentuk dan teksturnya menyerupai kertas, banyak orang menyebutnya sebagai "kertas permen".

Terbuat dari Tepung Beras Ketan

Edible paper pada permen White Rabbit umumnya dibuat menggunakan tepung beras ketan (glutinous rice starch).

Bahan tersebut diproses hingga menjadi lembaran yang sangat tipis, transparan, dan mudah larut saat terkena air liur.

Itulah sebabnya lapisan putih tersebut akan perlahan menghilang ketika dimakan bersama permen.

Mengapa Masih Dibungkus Lagi?

Meskipun memiliki lapisan edible paper, setiap permen White Rabbit tetap dibungkus menggunakan plastik atau kertas luar yang dicetak dengan logo dan desain produk.

Bagian luar inilah yang tidak boleh dimakan.

Urutan pembungkusnya adalah:

  • bungkus luar (plastik atau kertas cetak)
  • edible paper berwarna putih
  • permen susu White Rabbit

Banyak orang yang baru pertama kali mencoba White Rabbit sering mengira kedua lapisan tersebut sama-sama bisa dimakan, padahal hanya lapisan putih tipis di bagian dalam yang aman dikonsumsi.

Digunakan Sejak Puluhan Tahun Lalu

White Rabbit pertama kali diproduksi di Shanghai, China, pada tahun 1959. Sejak saat itu, edible paper menjadi salah satu ciri khas permen ini dan membuatnya mudah dikenali di berbagai negara.

Bahkan hingga sekarang, banyak orang masih mengingat White Rabbit sebagai "permen yang bungkusnya bisa dimakan".

Edible Paper Digunakan untuk Produk Lain

Selain permen White Rabbit, edible paper juga digunakan pada berbagai produk makanan lainnya, seperti:

  • hiasan kue ulang tahun
  • dekorasi cokelat
  • wafer tertentu
  • pembungkus obat tradisional di beberapa negara
  • dekorasi makanan modern

Seluruh produk tersebut menggunakan bahan pangan sehingga aman dikonsumsi sesuai standar keamanan makanan.


Bukan Sekadar Nostalgia

Bagi banyak orang Indonesia, White Rabbit bukan hanya sebuah permen, tetapi juga bagian dari kenangan masa kecil.

Lapisan putih yang menyerupai kertas sering membuat anak-anak penasaran, bahkan menjadi bahan perdebatan apakah boleh dimakan atau harus dibuang. Kini telah diketahui bahwa lapisan tersebut memang dirancang sebagai edible paper, yaitu lembaran tipis berbahan pangan yang aman dikonsumsi bersama permennya.