Pohon merupakan bahan baku utama pembuatan kertas. Namun jika diperhatikan, ada satu hal yang cukup menarik. Kayu yang berasal dari batang pohon umumnya berwarna cokelat, sedangkan sebagian besar kertas justru berwarna putih.
Lalu, bagaimana mungkin bahan yang berasal dari kayu dapat berubah menjadi lembaran kertas berwarna putih? Jawabannya terletak pada proses pengolahan serat kayu yang cukup panjang sebelum akhirnya menjadi kertas yang kita gunakan setiap hari.
Kayu Terdiri dari Berbagai Jenis Serat
Batang pohon tidak hanya tersusun dari satu jenis bahan. Di dalamnya terdapat beberapa komponen utama, yaitu selulosa, hemiselulosa, dan lignin. Selulosa merupakan serat utama yang digunakan untuk membuat kertas karena memiliki struktur yang kuat dan fleksibel. Sementara itu, lignin adalah zat alami yang berfungsi merekatkan serat-serat kayu sehingga pohon dapat tumbuh kokoh. Lignin inilah yang memberikan warna kecokelatan pada kayu.
Proses Pembuatan Pulp
Sebelum menjadi kertas, kayu terlebih dahulu diolah menjadi pulp atau bubur kertas. Pada tahap ini, serpihan kayu dimasak menggunakan air dan bahan kimia tertentu untuk memisahkan serat selulosa dari lignin. Semakin banyak lignin yang berhasil dihilangkan, warna pulp akan menjadi semakin terang.
Mengapa Kertas Bisa Berwarna Putih?
Setelah proses pemisahan lignin selesai, pulp masih memiliki warna kekuningan atau kecokelatan. Agar menghasilkan kertas putih, pulp kemudian melewati proses pemutihan atau bleaching. Tujuannya bukan sekadar membuat kertas tampak lebih bersih, tetapi juga meningkatkan kualitas warna sehingga hasil cetakan menjadi lebih jelas. Teknologi pemutihan modern kini menggunakan bahan yang lebih ramah lingkungan dibandingkan metode yang digunakan puluhan tahun lalu.
Tidak Semua Kertas Diproses Hingga Putih
Meskipun banyak kertas berwarna putih, tidak semua produk mengalami proses pemutihan secara penuh. Beberapa jenis kertas sengaja mempertahankan warna alami serat kayu, misalnya:
- kertas kraft
- paper bag cokelat
- kardus bergelombang
- kemasan daur ulang
- beberapa jenis kertas pembungkus
Karena kandungan ligninnya masih lebih tinggi, warna kertas tersebut terlihat cokelat atau krem alami.
Mengapa Ada Kertas yang Terlihat Sangat Putih?
Selain proses pemutihan, beberapa produsen juga menambahkan optical brightening agent (OBA) atau zat pencerah optik. Bahan ini bekerja dengan memantulkan cahaya biru sehingga kertas tampak lebih putih dan lebih cerah ketika dilihat oleh mata manusia. Teknologi ini banyak digunakan pada kertas cetak, kertas tulis, hingga berbagai produk percetakan modern.
Apakah Warna Putih Menunjukkan Kualitas Kertas?
Belum tentu. Warna putih memang sering memberikan kesan bersih dan premium, tetapi kualitas kertas tidak hanya ditentukan oleh warnanya. Jenis serat, gramasi, tingkat kehalusan permukaan, daya serap tinta, hingga proses produksi juga memengaruhi kualitas sebuah kertas. Itulah sebabnya ada kertas berwarna cokelat yang justru memiliki kekuatan lebih tinggi dibanding beberapa jenis kertas putih.
Kayu memang berwarna cokelat karena mengandung lignin, sedangkan kertas berwarna putih karena melalui proses pemisahan serat dan pemutihan selama proses produksi. Perbedaan warna tersebut bukan berasal dari bahan baku yang berbeda, melainkan dari teknologi pengolahan yang digunakan untuk menghasilkan berbagai jenis kertas sesuai kebutuhan.


