Mengenal Fakta di Balik Kertas Struk Belanja! Benarkah Kertas Thermal Berbahaya?


Setiap kali berbelanja di supermarket, minimarket, restoran, atau menggunakan mesin ATM, kita hampir selalu menerima selembar struk sebagai bukti transaksi. Struk tersebut umumnya dicetak menggunakan kertas thermal, yaitu jenis kertas yang tidak memerlukan tinta saat proses pencetakan.

Di balik kemudahannya, kertas thermal beberapa tahun terakhir menjadi perhatian para peneliti karena sebagian produk masih menggunakan bahan kimia tertentu yang diduga dapat memengaruhi kesehatan jika paparannya terjadi terus-menerus dalam jangka panjang. Namun, seberapa besar sebenarnya risikonya?

Apa Itu Kertas Thermal?

Kertas thermal adalah kertas khusus yang memiliki lapisan kimia peka terhadap panas. Ketika printer thermal memberikan panas pada titik tertentu, lapisan tersebut berubah warna sehingga membentuk tulisan atau gambar tanpa menggunakan tinta.

Teknologi ini banyak digunakan karena proses cetaknya cepat, biaya operasional relatif rendah, dan perawatannya lebih sederhana dibanding printer tinta konvensional.

Mengapa Kertas Thermal Menjadi Sorotan?

Perhatian terhadap kertas thermal muncul karena sebagian produk menggunakan Bisphenol A (BPA) atau penggantinya, Bisphenol S (BPS), sebagai bagian dari lapisan pencetak.

BPA dan BPS termasuk kelompok senyawa yang dikenal sebagai endocrine disruptors, yaitu zat yang dapat mengganggu kerja hormon pada kondisi paparan tertentu. Karena lapisan tersebut berada di permukaan kertas, sebagian kecil bahan kimia dapat berpindah ke kulit saat struk dipegang.

Apakah Memegang Struk Langsung Berbahaya?

Hingga saat ini, belum ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa memegang struk sesekali secara langsung menyebabkan penyakit tertentu.

Sebagian besar paparan BPA pada manusia justru berasal dari berbagai sumber lain, seperti makanan, minuman, atau produk sehari-hari. Paparan dari kertas thermal dinilai relatif kecil bagi masyarakat umum, meskipun dapat menjadi perhatian bagi orang yang setiap hari menangani ratusan struk, misalnya kasir atau petugas administrasi.

Mengapa BPA dan BPS Masih Dipelajari?

Berbagai penelitian terus dilakukan karena BPA maupun BPS diduga berkaitan dengan gangguan hormon, reproduksi, metabolisme, hingga peningkatan risiko beberapa penyakit apabila paparannya tinggi dan berlangsung dalam waktu lama. Namun, hubungan tersebut dipengaruhi oleh banyak faktor sehingga tidak dapat disimpulkan bahwa kertas thermal menjadi penyebab tunggal.

Cara Mengurangi Paparan

Bagi masyarakat umum, tidak perlu merasa khawatir setiap kali menerima struk belanja. Namun, beberapa langkah sederhana dapat membantu mengurangi paparan, seperti:

  • memilih struk digital jika tersedia
  • tidak menyimpan struk di dompet lebih lama dari yang diperlukan
  • mencuci tangan setelah menangani banyak struk
  • menghindari menyentuh makanan segera setelah memegang struk
  • bagi pekerja yang sering menangani struk, menggunakan sarung tangan bila diperlukan

Langkah-langkah tersebut lebih bersifat pencegahan, terutama bagi orang yang memiliki frekuensi kontak tinggi dengan kertas thermal.

Apakah Semua Kertas Thermal Mengandung BPA?

Tidak. Seiring meningkatnya perhatian terhadap kesehatan dan lingkungan, banyak produsen mulai memproduksi thermal paper bebas BPA (BPA-free). Namun, sebagian produk menggunakan BPS sebagai pengganti, yang juga masih menjadi bahan penelitian karena memiliki karakteristik yang mirip dengan BPA. Selain itu, kini mulai tersedia thermal paper bebas fenol (phenol-free) yang dianggap sebagai alternatif yang lebih aman.

Kertas thermal merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari dan memudahkan proses pencetakan struk tanpa tinta. Meski beberapa jenis kertas thermal mengandung BPA atau BPS, bukti ilmiah saat ini belum menunjukkan bahwa memegang struk sesekali dapat secara langsung menyebabkan penyakit.

Bagi masyarakat umum, penggunaan struk thermal tetap dapat dilakukan seperti biasa. Namun, mengurangi kontak yang tidak perlu dan memilih struk digital bila tersedia merupakan langkah sederhana yang dapat membantu mengurangi paparan bahan kimia tersebut.