Mengenal Watermark pada Kertas



Watermark: Teknologi Keamanan yang Sudah Digunakan Selama Berabad-abad

Watermark merupakan salah satu fitur keamanan yang sering ditemukan pada uang kertas, ijazah, sertifikat, paspor, hingga berbagai dokumen resmi. Meskipun sering terlihat ketika kertas diterawang ke arah cahaya, masih banyak orang yang belum mengetahui bagaimana watermark dibuat dan apa sebenarnya fungsinya.

Teknologi ini ternyata telah digunakan selama ratusan tahun dan hingga kini masih menjadi salah satu cara efektif untuk membedakan dokumen asli dengan dokumen palsu.

Apa Itu Watermark?

Watermark adalah gambar, logo, tulisan, atau pola tertentu yang terbentuk di dalam struktur kertas saat proses pembuatannya. Berbeda dengan hasil cetak biasa, watermark bukan ditambahkan setelah kertas selesai diproduksi, melainkan menjadi bagian dari lembaran kertas itu sendiri. Karena berada di dalam serat kertas, watermark hanya terlihat jelas ketika kertas diterawang menggunakan cahaya.

Sejarah Singkat Watermark

Watermark pertama kali digunakan di Italia sekitar abad ke-13. Saat itu, para pembuat kertas memasang kawat berbentuk logo atau simbol pada cetakan pulp basah. Bagian yang terkena kawat menjadi sedikit lebih tipis dibanding area lainnya. Setelah kertas mengering, perbedaan ketebalan tersebut menghasilkan gambar samar yang hanya terlihat ketika diterawang.

Teknik sederhana tersebut kemudian berkembang dan digunakan di berbagai negara sebagai tanda identitas pembuat kertas sekaligus pengaman dokumen.

Bagaimana Watermark Dibuat?

Pada proses modern, watermark dibuat ketika serat kertas masih berada dalam kondisi basah. Sebuah silinder atau cetakan khusus akan menekan sebagian permukaan pulp sehingga menghasilkan perbedaan ketebalan pada area tertentu. Setelah kertas dikeringkan, bagian yang lebih tipis akan meneruskan cahaya lebih banyak dibanding bagian lainnya. Inilah yang membuat watermark tampak muncul ketika kertas diterawang.

Mengapa Watermark Sulit Dipalsukan?

Karena watermark terbentuk di dalam struktur kertas, fitur ini tidak dapat dibuat menggunakan printer biasa. Meskipun teknologi percetakan semakin canggih, membuat watermark yang memiliki ketebalan serat berbeda tetap membutuhkan proses produksi khusus di pabrik kertas.

Inilah alasan mengapa watermark masih digunakan sebagai salah satu fitur keamanan pada berbagai dokumen penting.

Dokumen yang Menggunakan Watermark

Saat ini watermark banyak ditemukan pada berbagai jenis dokumen, antara lain:

  • uang kertas
  • ijazah
  • sertifikat
  • paspor
  • akta kelahiran
  • dokumen pemerintahan
  • kertas keamanan (security paper)

Beberapa perusahaan juga menggunakan watermark sebagai identitas pada produk kertas premium.



Watermark Digital dan Watermark Kertas

Istilah watermark juga dikenal dalam dunia digital, misalnya berupa logo transparan pada foto atau video. Meskipun memiliki nama yang sama, watermark digital berbeda dengan watermark pada kertas. Watermark digital ditambahkan setelah sebuah file dibuat, sedangkan watermark kertas terbentuk sejak proses produksi berlangsung.

Keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu membantu melindungi keaslian dan kepemilikan suatu dokumen atau karya.

Hingga saat ini, watermark tetap menjadi salah satu teknologi keamanan yang paling efektif dalam industri kertas. Meskipun usianya telah mencapai ratusan tahun, teknik ini masih digunakan pada berbagai dokumen penting karena sulit dipalsukan dan dapat dikenali dengan mudah menggunakan cahaya.