Setiap hari, jutaan paket dikirim dari gudang menuju rumah pelanggan. Mulai dari pakaian, kosmetik, makanan ringan, perlengkapan elektronik, hingga peralatan rumah tangga membutuhkan kemasan yang cukup kuat agar isi di dalamnya tetap aman meskipun harus melewati perjalanan jauh. Karena alasan inilah permintaan dus pengiriman terus meningkat seiring pesatnya pertumbuhan belanja online.
Kardus Bergelombang Menjadi Standar Industri
Sebagian besar dus pengiriman dibuat menggunakan corrugated fiberboard, yaitu lembaran karton yang terdiri dari lapisan luar (liner) dan lapisan bergelombang di bagian tengah (fluting). Struktur bergelombang tersebut berfungsi sebagai peredam benturan sekaligus meningkatkan kekuatan dus tanpa membuatnya menjadi terlalu berat.
Untuk pengiriman barang sehari-hari, produsen umumnya menggunakan tipe single wall, yaitu satu lapisan gelombang yang diapit oleh dua lembar liner. Sementara itu, barang yang lebih berat atau bernilai tinggi sering menggunakan double wall, yaitu dua lapisan gelombang yang memberikan perlindungan lebih baik selama proses pengiriman.
Gramasi yang Paling Sering Digunakan
Dalam industri kertas, ketebalan bahan biasanya dinyatakan menggunakan Grams per Square Meter (GSM) atau gram per meter persegi. Semakin besar nilai GSM, umumnya semakin tebal dan kuat kertas yang digunakan.
Beberapa gramasi yang umum digunakan pada dus pengiriman antara lain:
- 125 GSM untuk lapisan dalam (liner) pada kemasan ringan.
- 150 GSM menjadi salah satu gramasi paling populer untuk dus e-commerce.
- 175 GSM digunakan untuk produk dengan berat sedang.
- 200 GSM hingga 250 GSM banyak dipakai pada kemasan premium atau barang yang membutuhkan perlindungan ekstra.
Pemilihan gramasi tidak hanya bergantung pada berat barang, tetapi juga ukuran dus, jarak pengiriman, metode distribusi, dan proses penumpukan selama penyimpanan di gudang.
Kraft Liner dan Test Liner
Lapisan luar dus biasanya menggunakan dua jenis kertas utama.
Kraft Liner dibuat dari serat kayu murni (virgin fiber) sehingga memiliki kekuatan yang lebih tinggi, warna cokelat alami, serta ketahanan sobek yang sangat baik. Jenis ini banyak digunakan untuk kemasan ekspor dan produk bernilai tinggi.
Sementara itu, Test Liner diproduksi dari campuran serat daur ulang sehingga lebih ekonomis dan banyak digunakan untuk kebutuhan pengiriman sehari-hari. Meskipun menggunakan bahan daur ulang, kualitas Test Liner modern tetap mampu memenuhi kebutuhan sebagian besar industri e-commerce.
Tidak Hanya Melindungi Barang
Kini dus pengiriman juga menjadi media promosi sebuah merek. Banyak perusahaan mencetak logo, slogan, alamat website, petunjuk penggunaan, hingga kode Quick Response (QR) Code, yaitu kode dua dimensi yang dapat dipindai menggunakan kamera ponsel untuk mengarahkan pelanggan ke website, katalog produk, atau media sosial perusahaan.
Desain kemasan yang menarik juga membantu meningkatkan pengalaman pelanggan saat melakukan unboxing, sehingga tidak sedikit konsumen yang membagikan proses membuka paket melalui media sosial.
Permintaan Terus Meningkat
Pertumbuhan marketplace, layanan pengiriman instan, dan bisnis rumahan membuat kebutuhan akan dus pengiriman diperkirakan terus meningkat setiap tahun. Tidak hanya perusahaan besar, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga kini mulai menggunakan dus cetak khusus sebagai bagian dari identitas merek mereka. Bagi industri kertas dan percetakan, tren ini membuka peluang besar karena setiap transaksi belanja online hampir selalu membutuhkan kemasan berbahan karton sebagai pelindung utama selama perjalanan menuju tangan konsumen.




