Kertas merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari. Mulai dari buku, dokumen, kemasan makanan, hingga kotak pengiriman barang, hampir semuanya memanfaatkan bahan berbasis kertas.
Meskipun penggunaan dokumen digital terus meningkat, kebutuhan terhadap kertas secara global masih sangat besar. Bahkan, industri kemasan berbahan kertas terus mengalami pertumbuhan seiring berkembangnya perdagangan elektronik (e-commerce) dan meningkatnya kesadaran terhadap penggunaan bahan yang lebih mudah didaur ulang.
Di balik benda yang terlihat sederhana ini, ternyata terdapat banyak fakta menarik yang belum banyak diketahui masyarakat.
Sebagian Besar Kertas Berasal dari Serat Kayu
Sekitar 95% kertas di dunia masih diproduksi menggunakan serat kayu sebagai bahan baku utama. Serat tersebut diolah menjadi pulp sebelum diproses menjadi berbagai jenis kertas untuk kebutuhan percetakan, kemasan, maupun industri lainnya.
Karena itu, pengelolaan hutan secara berkelanjutan menjadi salah satu aspek penting dalam industri kertas modern.
Satu Pohon Dapat Menghasilkan Ribuan Lembar Kertas
Jumlah kertas yang dihasilkan dari satu batang pohon bergantung pada ukuran pohon dan jenis kertas yang diproduksi.
Sebagai gambaran, satu batang pohon berukuran sedang dapat menghasilkan sekitar 16 rim atau lebih dari 8.000 lembar kertas ukuran standar.
Produksi Kertas Membutuhkan Air dalam Jumlah Besar
Air menjadi salah satu komponen penting dalam proses pembuatan pulp dan kertas.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa untuk menghasilkan 1 kilogram kertas dibutuhkan ratusan liter air selama proses produksi, mulai dari pengolahan serat hingga tahap pencucian dan pembentukan lembaran kertas.
Karena itu, banyak pabrik kertas kini berupaya mengembangkan teknologi yang mampu menghemat penggunaan air.
Industri Kertas Terus Berupaya Mengurangi Dampak Lingkungan
Teknologi produksi kertas telah mengalami banyak perubahan dibandingkan beberapa dekade lalu.
Banyak perusahaan mulai menggunakan energi yang lebih efisien, meningkatkan penggunaan bahan baku dari hutan tanaman industri, serta menerapkan sistem pengolahan limbah agar dampaknya terhadap lingkungan dapat ditekan.
Selain itu, penggunaan bahan kimia yang lebih ramah lingkungan juga terus dikembangkan.
Daur Ulang Membantu Menghemat Sumber Daya
Kertas termasuk salah satu material yang relatif mudah didaur ulang.
Dengan mendaur ulang kertas, kebutuhan terhadap bahan baku baru dapat dikurangi sehingga penggunaan kayu, air, dan energi juga menjadi lebih efisien.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa proses daur ulang membutuhkan energi yang lebih rendah dibandingkan memproduksi kertas dari serat kayu baru.
Tidak Semua Kertas Berakhir Menjadi Sampah
Banyak produk kertas yang telah digunakan masih dapat dimanfaatkan kembali menjadi berbagai produk baru, seperti:
- kardus
- paper bag
- tisu
- karton
- kemasan makanan
- kertas tulis
- bahan pelindung produk
Inilah salah satu alasan mengapa kertas menjadi material yang memiliki tingkat daur ulang cukup tinggi di berbagai negara.
Penggunaan Kertas Terus Berubah
Jika dahulu sebagian besar kertas digunakan untuk buku, surat, dan dokumen, kini penggunaannya mulai bergeser.
Saat ini, sektor kemasan menjadi salah satu pengguna terbesar produk berbahan kertas. Pertumbuhan belanja online, layanan pengiriman, serta meningkatnya penggunaan kemasan berbasis serat membuat permintaan terhadap produk kertas tetap tinggi meskipun penggunaan dokumen cetak mulai berkurang.
Menggunakan Kertas Secara Bijak Tetap Penting
Meskipun industri kertas terus berkembang menuju proses yang lebih ramah lingkungan, penggunaan kertas secara bijak tetap menjadi langkah yang penting.
Menggunakan kedua sisi kertas, memanfaatkan kembali kertas yang masih layak, memilah sampah untuk didaur ulang, serta mengurangi penggunaan yang tidak perlu merupakan kebiasaan sederhana yang dapat membantu menghemat sumber daya alam.
Setiap lembar kertas memiliki proses produksi yang cukup panjang, mulai dari pengolahan serat hingga menjadi produk siap pakai. Dengan memahami proses tersebut, kita dapat lebih menghargai penggunaan kertas sekaligus mendukung upaya pemanfaatan sumber daya yang lebih bertanggung jawab.



