Ketika mendengar bahwa kertas dibuat dari kayu, banyak orang langsung bertanya, "Kalau suatu hari pohon di dunia habis, apakah kita masih bisa membuat kertas?" Pertanyaan ini memang terdengar seperti cerita film kiamat, tetapi jawabannya cukup menarik. Ternyata, pohon memang menjadi bahan baku utama pembuatan kertas, namun bukan satu-satunya sumber serat yang bisa digunakan.
Pohon Masih Menjadi Bahan Baku Terbesar
Saat ini, sebagian besar kertas di dunia memang diproduksi dari serat kayu. Jenis pohon seperti pinus, eucalyptus, akasia, dan cemara banyak ditanam khusus sebagai bahan baku industri kertas.
Pohon-pohon tersebut umumnya berasal dari hutan tanaman industri, bukan dari hutan alam yang dilindungi. Setelah dipanen, perusahaan biasanya menanam kembali bibit baru agar pasokan serat tetap tersedia.
Kalau Pohon Benar-Benar Habis?
Seandainya semua pohon di dunia benar-benar hilang, industri kertas tentu akan mengalami masalah yang sangat besar. Pasokan serat kayu akan berhenti, harga kertas melonjak drastis, dan berbagai produk berbahan kertas menjadi sangat langka.
Namun, sebelum kondisi seburuk itu terjadi, manusia sebenarnya masih memiliki beberapa alternatif.
Kertas Bisa Dibuat dari Tanaman Lain
Serat untuk membuat kertas tidak harus berasal dari pohon. Beberapa tanaman juga dapat menghasilkan pulp yang berkualitas, misalnya:
- Bambu.
- Tebu (ampas tebu atau bagasse).
- Jerami padi.
- Gandum.
- Rami.
- Kenaf.
- Kapas.
- Hemp (serat rami industri).
Di beberapa negara, bahan-bahan tersebut sudah digunakan untuk memproduksi kertas ramah lingkungan maupun kertas khusus.
Daur Ulang Membantu Memperpanjang Umur Serat
Kertas bekas juga dapat diolah kembali menjadi pulp untuk menghasilkan produk baru. Kardus bekas, koran, majalah, hingga kertas kantor dapat didaur ulang beberapa kali sebelum kualitas seratnya menurun.
Meskipun tidak bisa didaur ulang tanpa batas, proses ini membantu mengurangi kebutuhan akan bahan baku baru.
Tetapi Serat Baru Tetap Dibutuhkan
Walaupun daur ulang sangat bermanfaat, industri kertas tetap membutuhkan serat baru. Setiap kali didaur ulang, serat selulosa menjadi semakin pendek sehingga kekuatannya berkurang.
Karena itulah pulp daur ulang biasanya dicampur dengan serat baru agar kualitas kertas tetap baik.
Jadi, Menanam Pohon Tetap Sangat Penting
Banyak orang mengira solusi terbaik adalah berhenti menggunakan kertas sama sekali. Padahal yang jauh lebih penting adalah memastikan bahan bakunya berasal dari sumber yang dikelola secara berkelanjutan.
Saat ini, banyak perusahaan kertas menggunakan kayu dari hutan tanaman yang memang ditanam untuk dipanen, kemudian ditanam kembali. Siklus inilah yang membuat industri kertas dapat terus berjalan tanpa harus menghabisi hutan alam.
Dunia Tanpa Pohon Bukan Hanya Masalah Kertas
Kalau pohon benar-benar hilang, masalah terbesar sebenarnya bukanlah kehabisan kertas. Kita akan kehilangan sumber oksigen, habitat satwa, penyerap karbon, penjaga kesuburan tanah, hingga pengatur siklus air. Dibandingkan semua itu, kehabisan kertas mungkin justru menjadi persoalan yang paling kecil.
Jadi, apakah masih ada kertas jika tidak ada pohon lagi di dunia? Kemungkinan masih ada, karena manusia dapat memanfaatkan serat dari bambu, ampas tebu, jerami, maupun tanaman lainnya. Namun jumlahnya tentu tidak akan sebanyak sekarang dan biaya produksinya bisa menjadi jauh lebih mahal. Untungnya, skenario tersebut masih bisa dihindari selama hutan dikelola dengan bijak, pohon terus ditanam kembali, dan kertas bekas dimanfaatkan melalui proses daur ulang.

