Pernah menemukan struk belanja lama di dalam dompet atau laci, tetapi tulisannya sudah mulai pudar, bahkan hilang sama sekali? Padahal kertasnya masih utuh dan tidak robek. Banyak orang mengira tinta pada struk memang mudah luntur. Kenyataannya, sebagian besar struk belanja tidak menggunakan tinta seperti hasil cetakan printer biasa. Rahasianya ada pada jenis kertas yang disebut Thermal Paper.
Apa Itu Thermal Paper?
Thermal Paper adalah kertas khusus yang memiliki lapisan kimia sensitif terhadap panas. Berbeda dengan printer inkjet atau laser yang menggunakan tinta dan toner, printer kasir mencetak tulisan dengan cara memanaskan bagian tertentu dari permukaan kertas.
Saat kepala printer menghasilkan panas, lapisan pada Thermal Paper akan berubah warna menjadi hitam sehingga membentuk huruf, angka, dan barcode. Karena itulah printer struk dapat bekerja dengan cepat tanpa memerlukan tinta.
Mengapa Tulisannya Bisa Menghilang?
Tulisan pada Thermal Paper sebenarnya merupakan hasil perubahan warna dari lapisan kimia, bukan tinta yang menempel di atas permukaan kertas.
Seiring waktu, lapisan tersebut dapat kembali mengalami perubahan akibat panas, cahaya, gesekan, maupun reaksi kimia. Akibatnya, tulisan perlahan memudar hingga akhirnya sulit dibaca.
Itulah sebabnya struk belanja yang disimpan selama bertahun-tahun sering terlihat kosong meskipun kertasnya masih dalam kondisi baik.
Panas Adalah Musuh Utamanya
Thermal Paper sangat sensitif terhadap suhu tinggi.
Jika struk diletakkan di dashboard mobil yang panas, dekat kompor, atau terkena sinar matahari secara terus-menerus, tulisan dapat memudar jauh lebih cepat. Bahkan pada suhu tertentu, seluruh permukaan kertas bisa berubah menjadi gelap karena lapisan sensitifnya bereaksi terhadap panas.
Cahaya Matahari Juga Berpengaruh
Selain panas, sinar ultraviolet dari matahari juga mempercepat kerusakan lapisan pada Thermal Paper.
Karena itu, struk yang ditempel di etalase atau dibiarkan terkena cahaya dalam waktu lama biasanya lebih cepat kehilangan tulisannya dibandingkan struk yang disimpan di tempat gelap.
Jangan Disimpan Bersama Bahan Kimia
Hal yang jarang diketahui adalah beberapa bahan kimia juga dapat merusak Thermal Paper.
Alkohol, parfum, hand sanitizer, minyak tertentu, hingga cairan pembersih dapat bereaksi dengan lapisan sensitif pada permukaan kertas. Akibatnya tulisan menjadi pudar, muncul bercak hitam, atau bahkan hilang sama sekali.
Apakah Semua Struk Menggunakan Thermal Paper?
Sebagian besar struk dari minimarket, supermarket, restoran, ATM, parkir, dan mesin EDC menggunakan Thermal Paper karena proses cetaknya cepat, senyap, dan tidak membutuhkan tinta.
Namun, masih ada beberapa mesin kasir lama yang menggunakan printer dot matrix dengan pita tinta. Tulisan pada struk jenis ini biasanya lebih awet karena berasal dari tinta fisik, bukan reaksi panas.
Bagaimana Cara Menyimpan Struk Agar Awet?
Jika struk digunakan sebagai bukti garansi atau dokumen penting, simpan di tempat yang sejuk, kering, dan tidak terkena sinar matahari langsung. Hindari menyimpannya bersama benda yang menghasilkan panas atau cairan kimia.
Untuk dokumen yang benar-benar penting, cara paling aman adalah segera memotret atau memindai struk tersebut. Dengan begitu, Anda tetap memiliki salinan digital meskipun tulisan pada kertas akhirnya memudar.
Jadi, ketika tulisan pada struk belanja tiba-tiba menghilang, bukan berarti tintanya luntur. Justru karena sejak awal struk tersebut memang tidak dicetak menggunakan tinta. Semua informasi terbentuk dari reaksi panas pada lapisan khusus Thermal Paper. Praktis untuk digunakan setiap hari, tetapi memang tidak dirancang untuk menyimpan informasi dalam jangka waktu yang sangat lama.


