Kenapa Kertas Fotokopi Kadang Macet di Printer?

Hampir semua orang pernah mengalaminya. Baru saja menekan tombol Print, tiba-tiba printer berhenti bekerja. Di layar muncul peringatan Paper Jam, sementara selembar kertas terlihat nyangkut di dalam mesin. Yang lebih membuat kesal, kejadian ini sering muncul saat sedang mencetak dokumen penting atau tugas yang harus segera dikumpulkan.

Banyak orang langsung menyalahkan printer. Padahal, penyebab kertas macet tidak selalu berasal dari mesinnya. Kondisi kertas, cara menyimpan, hingga kebiasaan saat memasukkan kertas ke dalam tray juga bisa menjadi penyebabnya.

Kertas Menyerap Kelembapan Udara

Kertas memiliki sifat mudah menyerap kelembapan dari udara di sekitarnya. Jika disimpan terlalu lama dalam ruangan yang lembap, permukaannya bisa sedikit melengkung atau bergelombang. Perubahan kecil ini memang hampir tidak terlihat, tetapi cukup membuat printer kesulitan menarik satu lembar kertas secara sempurna.

Akibatnya, dua lembar bisa ikut tertarik sekaligus atau justru tersangkut di dalam jalur printer.

Terlalu Banyak Mengisi Tray

Rasanya memang praktis mengisi tray printer sampai penuh agar tidak perlu sering menambah kertas. Namun, kebiasaan ini justru bisa membuat kertas saling menekan sehingga printer lebih sulit mengambil satu lembar saja.

Sebaiknya isi tray secukupnya dan jangan melebihi batas maksimum yang sudah ditentukan oleh pabrikan.

Kertas Sudah Kusut atau Terlipat

Printer dirancang untuk menarik kertas yang rata. Jika ada sudut yang terlipat, kusut, atau robek sedikit saja, bagian tersebut bisa tersangkut pada roller maupun jalur kertas di dalam printer.

Karena itu, sebaiknya jangan menggunakan kembali kertas yang sudah pernah mengalami paper jam atau memiliki lipatan yang cukup parah.

Gramasi Kertas Tidak Sesuai

Tidak semua printer mampu menangani semua jenis kertas. Printer rumahan umumnya bekerja optimal menggunakan kertas 70 gsm hingga 80 gsm.

Jika menggunakan kertas yang terlalu tipis, printer bisa menarik lebih dari satu lembar sekaligus. Sebaliknya, jika terlalu tebal, roller mungkin tidak memiliki tenaga yang cukup untuk menariknya dengan lancar.

Roller Printer Mulai Kotor

Di dalam printer terdapat roller berbahan karet yang bertugas menarik kertas. Setelah digunakan dalam waktu lama, roller dapat dipenuhi debu kertas sehingga permukaannya menjadi licin.

Akibatnya, kertas tidak tertarik dengan baik dan lebih mudah mengalami paper jam.

Membersihkan roller secara berkala dapat membantu mengurangi masalah ini.

Posisi Kertas Kurang Rapi

Hal sederhana seperti menyusun kertas yang miring di dalam tray ternyata juga dapat menyebabkan kemacetan. Saat printer menarik kertas dalam posisi tidak lurus, salah satu sisi akan lebih dulu masuk ke dalam mesin sehingga berisiko tersangkut.

Sebelum mencetak, pastikan tumpukan kertas tersusun rata dan pengatur lebar kertas pada tray menempel dengan pas.

Debu Kertas Juga Berpengaruh

Setiap kali printer bekerja, sedikit serat dan debu halus dari permukaan kertas akan tertinggal di dalam mesin. Lama-kelamaan debu tersebut menumpuk pada roller maupun jalur kertas sehingga proses penarikan menjadi kurang optimal.

Membersihkan bagian dalam printer secara berkala dapat membantu menjaga performanya.

Cara Mengurangi Risiko Paper Jam

Mencegah paper jam sebenarnya cukup mudah. Gunakan kertas dengan kualitas yang baik, simpan di tempat yang kering, jangan memasukkan kertas yang kusut atau lembap, isi tray sesuai kapasitas, dan lakukan pembersihan printer secara berkala.

Dengan perawatan sederhana tersebut, printer dapat bekerja lebih lancar dan umur komponennya juga menjadi lebih panjang.

Jadi, ketika printer tiba-tiba mengalami paper jam, jangan buru-buru menyalahkan mesinnya. Bisa jadi penyebabnya justru berasal dari selembar kertas yang tampak baik-baik saja, tetapi ternyata sudah lembap, kusut, atau tidak sesuai dengan spesifikasi printer. Hal-hal kecil seperti ini sering luput dari perhatian, padahal sangat berpengaruh terhadap kelancaran proses mencetak.