Pernah tidak sengaja menjatuhkan buku ke dalam genangan air, atau melihat kardus paket berubah lembek setelah kehujanan? Hampir semua jenis kertas akan mengalami perubahan ketika terkena air. Ada yang hanya sedikit bergelombang, ada yang kehilangan kekuatannya, bahkan ada pula yang langsung hancur saat disentuh. Menariknya, semua itu bukan karena kertas "takut air", melainkan karena struktur serat penyusunnya memang dirancang untuk menyerap cairan.
Serat Kertas Mulai Menyerap Air
Kertas tersusun dari jutaan serat selulosa yang saling mengikat membentuk lembaran. Ketika terkena air, serat-serat tersebut akan menyerap cairan seperti spons kecil. Semakin banyak air yang masuk, serat akan mengembang dan jarak antarserat menjadi lebih renggang.
Akibatnya, kertas mulai kehilangan bentuknya yang semula rata.
Kertas Menjadi Bergelombang
Pernah melihat buku yang terkena hujan lalu halamannya bergelombang? Itulah salah satu tanda bahwa serat kertas mengembang secara tidak merata.
Bagian yang menyerap lebih banyak air akan memuai lebih cepat dibandingkan bagian lainnya. Saat mengering, bentuk tersebut sering kali tidak kembali sempurna sehingga permukaan kertas menjadi bergelombang.
Kekuatan Kertas Berkurang
Air juga membuat ikatan antarserat melemah. Itulah sebabnya selembar HVS yang awalnya cukup kuat bisa robek hanya dengan sedikit tarikan ketika basah.
Semakin lama kertas terendam, semakin besar pula kemungkinan seratnya rusak dan sulit kembali seperti semula.
Tidak Semua Kertas Bereaksi Sama
Menariknya, setiap jenis kertas memiliki ketahanan yang berbeda terhadap air.
Kertas HVS cukup mudah menyerap air sehingga cepat lembek. Kertas tisu bahkan dirancang agar cepat menyerap cairan sehingga mudah hancur saat basah. Sebaliknya, beberapa jenis kertas kemasan seperti MG Paper, Kraft Paper, atau Cupstock dapat diberi lapisan khusus agar lebih tahan terhadap air maupun minyak.
Inilah alasan mengapa gelas kertas untuk minuman tidak langsung bocor meskipun berisi air.
Bagaimana dengan Kardus?
Kardus juga terbuat dari serat kertas sehingga memiliki kelemahan yang sama. Saat terkena air, lapisan bergelombang di bagian tengah akan kehilangan kekuatannya. Akibatnya kardus menjadi lunak, mudah penyok, bahkan dapat ambruk jika digunakan untuk menahan beban yang berat.
Karena itu, gudang penyimpanan kertas dan kardus selalu berusaha menjaga kelembapan ruangan agar material tetap kuat.
Apakah Kertas Bisa Kering Kembali?
Bisa, tetapi hasilnya belum tentu sama seperti semula.
Jika hanya terkena sedikit percikan air, kertas biasanya masih dapat mengering tanpa mengalami kerusakan berarti. Namun apabila sudah benar-benar basah atau terendam cukup lama, permukaannya cenderung bergelombang, warnanya berubah, dan kekuatannya ikut menurun.
Mengapa Ada Kertas yang Tahan Air?
Beberapa produk memang dibuat agar lebih tahan terhadap air. Caranya bisa dengan menambahkan lapisan polyethylene (PE), wax coating, laminasi, atau bahan pelindung lainnya. Lapisan inilah yang menghalangi air langsung masuk ke dalam serat kertas.
Karena itu, kemasan makanan, paper cup, atau paper bowl memiliki ketahanan yang jauh lebih baik dibandingkan kertas cetak biasa.
Jadi, ketika selembar kertas terkena air, sebenarnya yang terjadi adalah serat-seratnya mulai menyerap cairan, mengembang, lalu kehilangan sebagian kekuatannya. Itulah mengapa kertas bisa berubah menjadi lembek, bergelombang, bahkan robek. Meski terlihat sederhana, reaksi ini menunjukkan bahwa struktur kertas sangat dipengaruhi oleh kelembapan di sekitarnya. Dengan memahami sifat tersebut, kita juga dapat memilih jenis kertas yang paling sesuai untuk setiap kebutuhan.

