Saat membeli kertas, banyak orang menganggap bahwa gramasi yang lebih besar pasti berarti kertas lebih tebal. Anggapan tersebut memang tidak sepenuhnya salah, tetapi juga tidak selalu benar. Dalam dunia percetakan, gramasi dan ketebalan merupakan dua hal yang berbeda. Tidak jarang dua jenis kertas memiliki gramasi yang sama, tetapi terasa berbeda saat dipegang karena proses pembuatan dan struktur seratnya tidak sama.
Apa Itu Gramasi Kertas?
Gramasi adalah berat kertas dalam satuan gram per meter persegi (gsm). Sebagai contoh, kertas dengan gramasi 150 gsm berarti setiap lembar kertas berukuran satu meter persegi memiliki berat 150 gram. Gramasi digunakan sebagai standar untuk mengetahui berat suatu jenis kertas, bukan ketebalannya.
Mengapa Ketebalannya Bisa Berbeda?
Ketebalan dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah kepadatan serat kertas. Kertas dengan serat yang dipadatkan akan terasa lebih tipis meskipun gramasinya sama. Sebaliknya, kertas yang memiliki struktur serat lebih longgar akan terasa lebih tebal walaupun beratnya tetap sama.
Misalnya, Art Paper 150 gsm sering kali terasa lebih tipis dibandingkan Fancy Paper 150 gsm. Hal ini terjadi karena Art Paper diproduksi dengan permukaan yang dipadatkan dan dilapisi coating, sedangkan Fancy Paper umumnya memiliki tekstur serta struktur serat yang lebih tebal.
Jenis Kertas Juga Berpengaruh
Perbedaan ketebalan juga dipengaruhi oleh jenis kertas yang digunakan. HVS, Ivory, Duplex, Kraft, Fancy Paper, hingga Tissue memiliki karakteristik yang berbeda meskipun menggunakan gramasi yang sama. Oleh karena itu, membandingkan ketebalan hanya berdasarkan angka gsm sering kali menghasilkan kesimpulan yang keliru.
Cara Mengetahui Ketebalan Kertas
Dalam industri kertas, ketebalan sebenarnya diukur menggunakan satuan mikron (µm) atau caliper. Pengukuran ini dilakukan dengan alat khusus sehingga menghasilkan data yang lebih akurat dibandingkan hanya melihat gramasinya.
Mana yang Harus Dijadikan Acuan?
Jika tujuan Anda adalah mengetahui berat kertas untuk proses pengiriman atau perhitungan biaya produksi, gramasi merupakan acuan yang tepat. Namun, jika membutuhkan kertas yang terasa lebih kokoh atau lebih tebal untuk kemasan maupun kartu, sebaiknya perhatikan juga nilai ketebalan (caliper) serta jenis kertas yang digunakan.
Memahami perbedaan antara gramasi dan ketebalan akan membantu Anda memilih material yang sesuai untuk setiap kebutuhan percetakan. Dengan begitu, hasil cetak tidak hanya terlihat baik, tetapi juga memiliki karakter fisik yang sesuai dengan fungsi produk

