Kertas merupakan salah satu material yang paling mudah didaur ulang dibandingkan plastik atau logam. Itulah sebabnya banyak kardus bekas, koran, majalah, hingga kertas kantor dikumpulkan untuk diproses kembali menjadi produk baru. Namun, tahukah Anda bahwa serat kertas tidak dapat didaur ulang tanpa batas? Pada suatu titik, kualitasnya akan terus menurun hingga akhirnya tidak lagi dapat digunakan sebagai bahan baku kertas.
Serat Kertas Akan Semakin Pendek
Kertas dibuat dari serat selulosa yang berasal dari kayu atau tanaman berserat lainnya. Saat proses daur ulang berlangsung, kertas dihancurkan menjadi bubur kertas (pulp), kemudian dibersihkan dari tinta, lem, maupun kotoran sebelum dibentuk kembali menjadi lembaran baru.
Masalahnya, setiap kali melalui proses tersebut, serat selulosa akan ikut terpotong menjadi lebih pendek. Semakin pendek seratnya, semakin berkurang pula kekuatan kertas yang dihasilkan.
Berapa Kali Kertas Bisa Didaur Ulang?
Tidak ada angka yang benar-benar pasti karena bergantung pada jenis kertas dan kualitas proses daur ulang. Namun secara umum, serat kertas dapat didaur ulang sekitar 5 hingga 7 kali sebelum kualitasnya menurun drastis.
Setelah melewati beberapa siklus, serat menjadi terlalu pendek untuk saling mengikat dengan baik sehingga kertas tidak lagi memiliki kekuatan yang cukup.
Mengapa Masih Dibutuhkan Serat Baru?
Inilah alasan industri kertas tetap membutuhkan serat baru dari kayu yang berasal dari hutan tanaman industri yang dikelola secara berkelanjutan. Serat baru memiliki ukuran lebih panjang sehingga mampu mengembalikan kekuatan kertas ketika dicampurkan dengan pulp hasil daur ulang.
Tanpa penambahan serat baru, kualitas kertas akan terus menurun dari satu proses daur ulang ke proses berikutnya.
Tidak Semua Jenis Kertas Mudah Didaur Ulang
Meskipun sebagian besar kertas dapat didaur ulang, ada beberapa jenis yang lebih sulit diproses, misalnya:
- Kertas yang dilaminasi plastik.
- Kertas tahan minyak atau wax paper.
- Kertas berlapis aluminium foil.
- Thermal paper seperti struk belanja.
- Kertas yang terkena minyak, makanan, atau bahan kimia.
Material tambahan tersebut membuat proses pemisahan menjadi lebih rumit dan tidak selalu ekonomis untuk dilakukan.
Hasil Daur Ulang Tidak Selalu Menjadi Kertas yang Sama
Banyak orang mengira kertas bekas akan kembali menjadi kertas dengan kualitas yang sama. Padahal kenyataannya tidak selalu demikian.
Sebagai contoh, kertas HVS bekas bisa diolah menjadi tisu, egg tray, karton, paper bag, hingga berbagai produk kemasan. Sebaliknya, karton bekas juga dapat menjadi bahan baku untuk membuat kardus baru setelah dicampur dengan serat baru.
Dengan kata lain, kualitas material biasanya akan menyesuaikan dengan kondisi serat yang masih tersisa.
Mengapa Daur Ulang Tetap Penting?
Walaupun tidak dapat didaur ulang selamanya, proses daur ulang tetap memberikan manfaat yang besar. Penggunaan kembali serat kertas membantu mengurangi limbah, menghemat penggunaan bahan baku baru, mengurangi konsumsi energi, serta menekan jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.
Jadi, ketika Anda memasukkan kertas bekas ke tempat daur ulang, sebenarnya Anda sedang membantu memperpanjang umur serat tersebut sebelum akhirnya benar-benar habis. Walaupun setiap serat kertas memiliki "batas usia", perjalanan hidupnya bisa jauh lebih panjang berkat proses daur ulang yang dilakukan berulang kali.


