Apa yang Terjadi Jika Kertas Dibakar?


Kertas kelihatannya sederhana. Hanya selembar benda tipis yang biasa dipakai untuk menulis, mencetak, membungkus, atau membuat berbagai macam kerajinan. Tapi begitu ujungnya terkena api, perubahan yang terjadi cukup dramatis. Kertas yang tadinya putih dan kaku bisa berubah warna, menghitam, mengeluarkan asap, lalu akhirnya menjadi abu.

Sebenarnya, apa yang terjadi pada kertas selama proses tersebut?

Awalnya Kertas Mulai Menguning

Ketika kertas didekatkan dengan sumber panas, tetapi belum langsung terkena api, suhunya mulai meningkat. Kandungan air yang masih terdapat di dalam kertas perlahan menguap. Setelah semakin panas, warna kertas mulai berubah dari putih menjadi kekuningan atau kecokelatan. Pada tahap ini, struktur selulosa di dalam kertas mulai mengalami perubahan akibat panas. Kalau api belum menyentuhnya, kertas mungkin hanya berubah warna dan menjadi lebih kering.

Kemudian Mulai Menghitam

Saat suhu semakin tinggi, selulosa yang menjadi bahan utama kertas mulai mengalami proses pirolisis, yaitu penguraian material akibat panas dengan oksigen yang terbatas.

Kertas mulai mengeluarkan asap dan berubah menjadi cokelat tua, kemudian hitam. Struktur seratnya juga mulai rusak sehingga kertas menjadi rapuh. Pada tahap ini, kertas sudah tidak lagi memiliki kekuatan seperti sebelumnya. Sedikit sentuhan saja dapat membuat bagian yang terbakar hancur.

Ketika Api Mulai Membakar Kertas

Jika terdapat cukup oksigen dan suhu mencapai titik yang memungkinkan pembakaran berlangsung, gas hasil penguraian tadi dapat terbakar. Inilah yang kita lihat sebagai nyala api.

Jadi sebenarnya bukan seluruh lembaran kertas langsung "berubah menjadi api". Panas terlebih dahulu menguraikan sebagian material kertas menjadi gas yang mudah terbakar, kemudian gas tersebut bereaksi dengan oksigen dan menghasilkan api. Itulah sebabnya api biasanya bergerak mengikuti bagian kertas yang sudah cukup panas untuk mengalami proses tersebut.

Kenapa Kertas Akhirnya Menjadi Abu?

Kertas terutama tersusun dari selulosa, yaitu senyawa organik yang dapat terbakar. Ketika pembakaran berlangsung, sebagian besar material organiknya berubah menjadi gas seperti karbon dioksida dan uap air. Yang tersisa adalah material anorganik dalam jumlah kecil, termasuk mineral dan bahan lain yang memang terdapat dalam kertas. Sisa inilah yang kita lihat sebagai abu.

Semakin banyak bahan anorganik yang terdapat dalam suatu jenis kertas, semakin banyak pula residu yang mungkin tertinggal setelah dibakar.

Tidak Semua Kertas Menghasilkan Sisa yang Sama

Kertas koran, HVS, kardus, kertas majalah, dan kertas kemasan tidak selalu menghasilkan bentuk abu yang sama. Perbedaannya bisa dipengaruhi oleh jenis serat, bahan pengisi, tinta, coating, perekat, maupun lapisan lain yang digunakan dalam proses pembuatannya.

Kertas yang memiliki banyak lapisan atau bahan tambahan juga dapat menghasilkan asap dan residu yang berbeda dibandingkan kertas polos.

Kenapa Kertas Lebih Cepat Terbakar Setelah Diremas?

Kertas yang diremas atau dibuat menjadi bentuk tertentu memiliki permukaan dan sirkulasi udara yang berbeda dibandingkan lembaran yang rata. Dalam kondisi tertentu, bentuk yang lebih longgar dapat memungkinkan udara mencapai lebih banyak bagian kertas sehingga pembakaran berlangsung lebih mudah. Namun, bentuk kertas, kepadatan, kelembapan, dan jumlah oksigen semuanya ikut memengaruhi seberapa cepat kertas terbakar.

Pada akhirnya, perjalanan selembar kertas ketika dibakar berlangsung cukup singkat: dipanaskan, menguning, menghitam, terurai, terbakar, lalu meninggalkan abu. Dari proses sederhana itu terlihat bahwa kertas bukan sekadar lembaran putih, melainkan kumpulan serat selulosa dan berbagai bahan tambahan yang bereaksi terhadap panas dengan cara yang menarik.