Kertas Minyak Ternyata Ada Dua! Untuk Bungkus Makanan dan Bendera Sekolah, Apa Bedanya?

Penyebutan Kertas Minyak di Indonesia

Nama “kertas minyak” ternyata bisa membuat orang salah paham. Di Indonesia, istilah ini digunakan untuk dua jenis kertas yang kegunaannya cukup jauh berbeda. Yang pertama adalah kertas untuk membungkus makanan berminyak, sedangkan yang kedua adalah kertas tipis berwarna-warni yang sering digunakan untuk kerajinan, hiasan, termasuk membuat bendera kecil yang sering kita lihat di sekolah.

Kertas Minyak untuk Bungkus Makanan

Kertas minyak yang digunakan untuk makanan dikenal juga dengan istilah greaseproof paper. Kertas ini memang dibuat dengan karakteristik yang membuat minyak dan lemak lebih sulit menembus permukaannya.

Karena sifat tersebut, kertas ini banyak digunakan untuk membungkus gorengan, burger, roti, pastry, sandwich, donat, dan berbagai makanan lain yang mengandung minyak. Jadi, meskipun namanya kertas minyak, bukan berarti kertasnya berminyak. Justru fungsi utamanya adalah membantu menahan minyak agar tidak langsung merembes ke bagian luar pembungkus.

Kertas jenis ini memiliki struktur serat yang lebih rapat dibandingkan kertas biasa. Pada beberapa produk, sifat tahan minyak juga bisa diperoleh melalui perlakuan atau lapisan tertentu. Karena penggunaannya berkaitan dengan makanan, jenis kertas dan bahan pelapisnya tentu harus disesuaikan dengan kebutuhan kontak pangan.

Kertas Minyak untuk Bendera Sekolah

Nah, ini kertas minyak yang berbeda lagi. Kertas yang sering digunakan untuk membuat bendera kecil merah putih, hiasan kelas, bunga kertas, atau berbagai kerajinan biasanya berupa lembaran kertas yang sangat tipis dan ringan.

Warnanya tersedia dalam berbagai pilihan, termasuk merah, putih, kuning, hijau, biru, dan warna lainnya. Teksturnya ringan, mudah dilipat dan dipotong, serta pada beberapa jenis terlihat agak tembus cahaya. Karakter seperti inilah yang membuatnya cocok untuk berbagai kegiatan prakarya.

Karena tipis, kertas ini juga mudah sobek jika terkena air atau ditarik terlalu kuat. Jadi, jangan berharap kertas yang dipakai untuk membuat bendera kecil di sekolah memiliki kemampuan menahan minyak seperti greaseproof paper.

Kenapa Keduanya Sama-Sama Disebut Kertas Minyak?

Di sinilah asal kebingungannya. “Kertas minyak” bukan selalu merupakan nama teknis untuk satu jenis kertas tertentu. Dalam percakapan sehari-hari dan perdagangan, nama tersebut dapat digunakan untuk menyebut kertas dengan karakteristik yang berbeda.

Kertas pembungkus makanan mendapatkan sebutan tersebut karena berhubungan dengan minyak dan lemak. Sementara kertas tipis berwarna-warni yang digunakan untuk kerajinan dikenal dengan sebutan yang sama di sebagian penggunaan di Indonesia, meskipun fungsinya sama sekali bukan untuk menahan minyak.

Jadi, kalau seseorang mengatakan “ambil kertas minyak”, konteksnya penting. Kalau sedang membungkus gorengan, kemungkinan yang dimaksud adalah kertas tahan minyak. Kalau sedang membuat bendera merah putih untuk hiasan sekolah, kemungkinan yang dicari adalah kertas tipis berwarna merah dan putih untuk kerajinan.

Jangan Sampai Tertukar

Kedua jenis kertas ini memang sama-sama ringan, tetapi karakter dan tujuan penggunaannya berbeda. Greaseproof paper dibuat untuk menghadapi minyak dan lemak, sedangkan kertas minyak untuk kerajinan lebih mengutamakan sifatnya yang tipis, ringan, mudah dilipat, dan mudah dibentuk.

Karena itu, kertas tipis untuk membuat bendera sekolah tidak bisa begitu saja digunakan sebagai pengganti kertas pembungkus makanan. Sebaliknya, greaseproof paper juga bukan pilihan yang praktis kalau tujuannya membuat hiasan kelas atau prakarya yang membutuhkan banyak warna.

Satu nama, dua karakter. Jadi lain kali mendengar istilah “kertas minyak”, jangan langsung membayangkan satu jenis kertas saja. Lihat dulu kertasnya mau dipakai untuk membungkus gorengan atau membuat bendera kecil merah putih. Dari situ baru kelihatan bahwa ternyata keduanya memang punya dunia yang berbeda.