Namanya memang agak membingungkan. Disebut kertas minyak, tetapi ketika dipegang, kertasnya tidak berminyak dan permukaannya juga tidak harus licin seperti terkena minyak. Lalu, dari mana sebenarnya nama tersebut berasal?
Dalam penggunaan sehari-hari di Indonesia, kertas minyak biasanya merujuk pada kertas yang digunakan untuk membungkus makanan berminyak seperti gorengan, burger, roti, pastry, atau makanan cepat saji. Fungsi utamanya justru untuk menahan minyak dan lemak agar tidak mudah merembes menembus kertas. Di dunia internasional, jenis kertas seperti ini lebih dikenal dengan istilah greaseproof paper atau oil-proof paper.
Jadi, Apakah Kertas Minyak Memang Mengandung Minyak?
Istilah “kertas minyak” lebih menggambarkan kemampuannya menghadapi minyak, bukan berarti kertas tersebut dibuat dengan merendamnya dalam minyak. Greaseproof paper dapat dibuat dengan memproses serat selulosa hingga struktur kertas menjadi sangat rapat dan memiliki porositas rendah. Struktur yang padat tersebut membantu menghambat minyak dan lemak masuk ke dalam serat kertas.
Ada pula jenis kertas tahan minyak yang mendapatkan perlakuan atau coating tertentu untuk meningkatkan sifat penghalangnya. Jadi, kertas yang disebut “kertas minyak” bisa memiliki cara pembuatan yang berbeda tergantung jenis dan kebutuhan penggunaannya.
Kenapa Minyak Tidak Mudah Merembes?
Kertas biasa memiliki banyak ruang kecil di antara serat-seratnya. Cairan dapat masuk melalui ruang tersebut dan akhirnya menyebar ke bagian lain dari kertas.
Pada greaseproof paper, struktur serat dibuat jauh lebih rapat sehingga minyak lebih sulit menembusnya. Inilah yang membuat kertas tetap relatif kering meskipun digunakan untuk membungkus makanan yang mengandung minyak. Karena sifat tersebut, greaseproof paper banyak digunakan untuk membungkus hamburger, kentang goreng, roti, pastry, sandwich, dan berbagai makanan berminyak lainnya.
Kenapa Disebut Greaseproof Paper di Luar Negeri?
Kata greaseproof berasal dari grease, yaitu lemak atau minyak, dan proof, yang dalam konteks ini berarti memiliki ketahanan terhadap sesuatu. Jadi, greaseproof paper secara sederhana dapat dipahami sebagai kertas tahan minyak atau lemak.
Istilah oil-proof paper juga digunakan untuk menjelaskan kertas dengan fungsi serupa. Sementara istilah oil paper memang ada dalam perdagangan internasional, penggunaannya bisa lebih luas dan tidak selalu menunjuk pada satu jenis kertas yang sama.
Jangan Samakan dengan Wax Paper dan Parchment Paper
Nah, di bagian ini sering terjadi kekeliruan. Wax paper adalah kertas yang diberi lapisan wax atau lilin. Lapisan tersebut membantu memberikan ketahanan terhadap kelembapan dan minyak, tetapi wax paper bukan pilihan yang tepat untuk digunakan langsung di dalam oven karena lapisan wax tidak dirancang untuk suhu tinggi.
Sementara parchment paper atau baking paper memiliki karakteristik berbeda. Parchment paper umumnya diberi lapisan silikon sehingga memiliki sifat antilengket dan tahan panas, sehingga memang dirancang untuk kebutuhan memanggang. Jadi, meskipun ketiganya kadang sama-sama disebut “kertas minyak” dalam percakapan sehari-hari, sebenarnya greaseproof paper, wax paper, dan parchment paper bukanlah benda yang sama.
Apakah Kertas Minyak Menyerap Minyak?
Justru salah satu tujuan utamanya adalah menghambat minyak agar tidak menembus kertas. Namun bukan berarti minyak sama sekali tidak akan menempel pada permukaannya. Jika makanan sangat berminyak dan dibiarkan cukup lama, sebagian minyak tetap dapat membasahi permukaan atau pada akhirnya menembus material, tergantung jenis kertas, struktur, dan perlakuannya.
Karena itu, istilah yang lebih tepat sebenarnya adalah kertas tahan minyak, bukan kertas yang “menyerap minyak”.
Dipakai untuk Apa Saja?
Kertas tahan minyak banyak digunakan untuk makanan yang mengandung minyak atau lemak. Contohnya pembungkus burger, kentang goreng, ayam goreng, roti, pastry, sandwich, donat, dan berbagai makanan siap saji. Jenis tertentu juga digunakan sebagai lapisan dalam kemasan makanan.
Ada juga produk yang secara tampilan terlihat seperti kertas minyak tetapi sebenarnya merupakan material lain atau memiliki lapisan tambahan. Karena itu, untuk kemasan yang bersentuhan langsung dengan makanan, jenis kertas dan lapisan yang digunakan tetap perlu diperhatikan.
Jadi, Kenapa Namanya Kertas Minyak?
Jawabannya ternyata sederhana: bukan karena kertasnya berminyak, tetapi karena kertas tersebut dibuat untuk menghadapi minyak. Kalau kertas biasa bertemu gorengan, minyak biasanya langsung merembes dan membuat bagian belakang kertas ikut berminyak. Kertas tahan minyak dibuat untuk memperlambat atau mencegah hal tersebut.
Jadi kalau menemukan istilah kertas minyak, greaseproof paper, atau oil-proof paper, jangan langsung membayangkan kertas yang mengandung minyak. Justru kebalikannya. Kertas tersebut dibuat supaya minyak makanan tidak mudah “jalan-jalan” menembus kertas.

